Pengalaman Kursus Mobil (Matic)

Hi! It's me, Tinta Sasa!

Aku dikasih kesempatan untuk kursus stir mobil di daerah rumahku. Sebenarnya, aku ada, sih, pengalaman nyetir di toll dan di jalan pulang ke rumah dari tempat les (4 tahun sebelum aku kursus mobil). Tapi, ya, gitu, masih suka deg-degan.

Aku diharuskan bisa menyetir karena ya se-simple di rumahku ada mobil, dan yang bisa mengendarai mobil hanya bapakku. Jadi, aku harus bisa mengendarai mobil agar bisa bantu nyetir kalau lagi jalan-jalan. Sampai akhirnya aku didaftarkan kursus stir mobil. Akan kuceritakan pengalaman kursus menyetirku, ya! Let's go!

Aku ambil kursus yang 6 pertemuan dengan durasi 1 jam/pertemuan, dibandrol dengan harga Rp620.000 (ini di daerahku ya). Awalnya aku kaget, ada yang menghubungiku via WhatsApp katanya dari kursus stir mobil dan aku sudah didaftarkan oleh bapakku. Terus, kupikir-pikir ngapain nunda-nunda, kan? Jadi, yasudah, hari itu juga aku langsung "OK!" dan mulailah aku latihan hari pertama, pukul 15.00 WIB.

Awalnya, aku langsung dikasih kunci dan disuruh bawa mobilnya. Kaget ya, kirain kursus mobil kayak di kartun Spongebob Squarepants hahaha. Maksudnya, kirain akan belajar teori dulu gitu kayak letak-letak gas, rem, rem tangan, lampu dim, kalau mau lampu riting gimana, yaa pokoknya komponen-komponen dalam mobil, deh. Ternyata, langsung disuruh ngendarain ke jalan raya (yang sering aku lalui)! Nervous juga aku. Untungnya, aku ditemani oleh adikku (karena boleh!), jadi gak terlalu deg-degan. Aku disuruh putar balik sekitar 6x putaran untuk merilekskan tanganku, baru habis itu langsung ke jalan raya. Pulang-pulang, tangan dan kakiku pegal-pegal broooww.

Ohiya, aku didampingi sama satu instruktur ya. Instrukturnya duduk di kursi penumpang depan (yaiyalah....) dan di bagian kakinya ada rem cadangan. Jadi, gak usah takut nabrak karena kalau kita terlalu kencang atau kalau lagi stres karena mau belok di jalan-jalan yang banyak kendaraan lalu lalang dan butuh ngatur rem, instruktur selalu siap sedia untuk menginjak rem cadangannya itu. Hehe. Mobilnya juga mobil dari tempat kursusnya ya, bukan mobil pribadi kamu.

Lanjut hari ke-2. Masih ke rute yang sama, tapi beda mobil, tanpa muter balik dulu, dan tanpa ditemani adikku karena dia sekolah:(. Makanya, hari itu pulangnya lebih cepat karena hanya ke jalan raya yang kemarin. Yaa sudah lumayan lah, gak pegal-pegal kayak hari pertama. Nothing's special.

Hari ke-3 karena hujan deras, aku agak telat datangnya. Telat 20 menit dan gak ada penambahan waktu karena memang jadwal di kursus tersebut padat banget. Jadi, hari itu hanya ke jalan-jalan kecil di dekat tempat kursus stir mobilnya, dengan mobil yang sama kayak hari pertama. Tapi, pengalamannya beda banget! Kalau saat pertemuan pertama dan kedua, kan, ke rute yang jalannya lebar ya, nah, yang pertemuan ketiga ini, nyobain rute yang jalannya sempit dan yang aku gak pernah lalui. Seru, sih, jadi belajar ngepas jalan, dan aku merasa, dari keenam hari, di hari ketiga ini yang aku paling lancar nyetirnya! Hahahaha dan dipuji juga oleh instrukturku.

Hari ke-4, masih ke rute yang kemarin, tapi ditambah ke rute perkampungan dekat rumahku. Aku juga datangnya tepat waktu. Nah, pas ke jalan yang sempit banget itu tuh, agak sulit ya ngepas jalannya. Takut kena orang atau objek yang ada di kanan/kiri mobil. Jujur, kekuranganku itu adalah aku jarang lihat spion kiri, karena jauh, euy jadi karagok kitu. Sama pas belok, aku juga masih suka ragu harus seberapa besar sudut putar stir kalau mau belok.

Hari ke-5 dan ke-6 mulai belajar parkir. Ini, nih, paling bikin aku keringetan dan mikir keras! Soalnya, mundur kan, jadi ya pasti beda deh feel-nya. Gimana cara mundur, gimana kalau ternyata mundurnya terlalu ke kiri/kanan, gimana banting stirnya, dan lain-lain, pusyiiingg deh hahaha. Jadi, latihannya itu di tempat parkir dalam kompleks perumahan, tempat para driver ojol nongkrong deh, karena memang luas banget. Nah, karena instrukturku ya gak berani ya bawa aku latihan parkir ke tempat yang banyak mobil parkir, jadi cari lahan yang kosong dan untuk pembatasnya pakai kursi, deh. Ada 4 kursi (2 kursi ditumpuk biar kelihatan di spion) dipasang di kiri kanan sebagai pembatas untuk mobilku masuk.

Btw, aku latihannya gak 6 hari berturut-turut ya, selang-seling biar bisa sekalian belajar di rumah sama bapakku.

Setelah 6x pertemuan, akhirnya aku "merasa" sedikit lebih pede dan gak nervous lagi. Di sela-sela hari latihan pun aku pernah bawa mobil dari tempat kursus (karena dijemput bapakku) ke daerah Pondok Indah, lalu jemput adikku ke daerah Bintaro. Di situ aku merasa sedikit lebih pede. Kemudian, pernah juga aku bawa mobil dari supermarket ke rumahku. Saat itu, aku agak nervous karena ada ibuku dan adik-adikku, jadi suka deg-degan deh apalagi kalau udah dikomentarin hahahaha. Pernah hampir mepet ke pengendara lain di depanku, semoga orangnya gak apa-apa ya...

Baru-baru ini, aku juga bawa mobil dari KM102 Cirebon ke luar toll Pejagan (+- 150km) karena kami liburan ke Cirebon. Di situ, nervous broooww karena mobilnya pada kenceng-kenceng. Aku mengendarai di kecepatan 100-120km/jam, lumayan lahh namanya juga di jalan toll kan. Setelah 1,5 jam berlalu, Alhamdulillah akhirnya aku gantian lagi sama bapakku. Hfffttt habis itu aku langsung pusing hahaha. Fun fact sih, sehabis aku ngendarain mobil, pasti pusing. Aku sering bilang kalau ngendarain mobil itu butuh konsentrasi 100%. Ngendarain mobil juga jauh lebih sulit daripada ujian di kampus. Hahahaha.

Sekitar 2 hari lalu pun, aku nyetir mobil lagi ke daerah Pondok Indah di jam-jam rush hour. Kebayang deh tuh gimana ramainya.... Suliiitt sekali karena banyak pengendara. Kukerahkan konsentrasiku 100%. Dan, ya, gak begitu lancar sih karena aku panik banyak mobil-motor berlalu lalang. Apalagi, pas putar balik dari kiri ke kanan, banyak banget kendaraan yang akhirnya bikin aku nervous dan berakhir kacau. Gak nabrak sih, tapi hampir nyerempet pengendara motor yang ada di sebelah kiri. Kalau kalian baca di awal, ya, benar, aku masih kurang kalau urusan kiri-kirian.

Segitu aja, sih, pengalamanku nyetir mobil. Aku ingin banget bisa jago mengendarai mobil biar kalau pergi ke mana-mana, aku aja yang nyetir, biarlah bapak-ibu-adik-adikku duduk manis di kursi penumpang. Juga biar bisa ke mana-mana sendiri (tentu harus beli mobilnya dulu sih hahaha. Biar gak pake mobil punya bapakku). Doain ya semoga aku makin lancar nyetrinya.

Dan untuk kalian yang ingin belajar nyetir mobil, tidak ada kata terlambat untuk belajar! Gak usah ragu kalau sudah dikasih kesempatan nyetir mobil, karena gak akan rugi! Karena guru terbaik adalah pengalaman. Hehe.

See you, Friends! Sampai bertemu di pengalaman-pengalamanku selanjutnya! Mari kita berjuang untuk hidup kita masing-masing!

Bonus gambar mobil impianku:

Gambar 1. Mobil Audi
(Sumber: https://id.pinterest.com/dailycars1)


Komentar